Susu, Bergizi dan Berkhasiat

0
428
sumber gambar: www.khasiatsehat.com

Menurut para dokter klasik, di samping baik untuk dikonsumsi, susu juga termasuk obat untuk berbagai macam penyakit.

Ar-Razi menyatakan bahwa susu yang dihasilkan pada musim semi, lebih banyak mengandung air dibanding susu yang dihasilkan pada musim panas. Sedang susu yang dihasilkan dari pakan yang berasal dari tumbuhan basah itu lebih bagus bagi pencernaan, daripada susu hasil dari pakan yang berasal dari tumbuhan kering. Sedangkan susu yang warnanya putih sekali, itu merupakan susu yang paling baik. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3299).

Susu yang paling bagus, adalah susu yang tidak terasa asam dan asin, namun ada rasa sedikit manis. Demikian juga aromanya, susu yang baik aromanya sedap dan tidak mengeluarkan bau tidak sedap. Jika susu memiliki sifat-sifat tersebut, maka ketika dikonsumsi, susu akan menjadi darah yang sehat. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3301).

Susu Apa yang Paling Baik?

Susu kambing merupakan susu yang dampak negatifnya paling minimal dibanding dengan susu binatang selainnya, karena ia makan dari tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian segar. Sebab itulah, susu kambing baik untuk dikonsumsi. Sedangkan daging domba yang gemuk berlemak, susunya memiliki rasa manis, ia pun tak sebaik susu kambing. Adapun susu sapi dan kuda lebih mudah menyebabkan diare, dibanding susu hewan-hewan lainnya. Segala macam susu, ketika direbus, maka ia lebih baik buat pencernaan dibanding susu yang tidak direbus. Sedangkan Air Susu Ibu (ASI), merupakan susu terbaik dari berbagai jenisnya. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3299).

ASI yang baik ialah ASI yang berasal dari seorang yang berusia dewasa—tidak juga masih remaja dan tidak pula berusia lanjut, dari seorang wanita yang punya badan sehat serta mengkonsumsi makanan yang baik pula. ASI yang demikian itu akan menjadi nutrisi baik pada badan. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3301).

Obat untuk Beberapa Penyakit

Ar-Razi menyebutkan bahwa susu yang direbus bisa menjadi obat untuk infeksi di tenggorokan, juga baik dikonsumsi bagi mereka yang menderita gatal di kulit atau pun borok. Jika direbus sampai tinggal setengahnya, maka ia baik untuk penderita diare. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3299).

Susu juga bisa menjadi obat infeksi akibat dari beberapa serangga beracun seperti dzurrah (lalat Spanyol), salamander, atau infeksi akibat tumbuhan beracun seperti tumbuhan bunj (hyoscyamus), syaukaran (cicuta). (Al-Hawi fi ath Thibb, 7/3299).

Susu sapi sesuai untuk dikonsumsi ketika seseorang mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung racun. Susu sapi juga baik untuk mengatasi sariawan di mulut, dan luka tenggorokan, yakni dengan menjadikannya untuk berkumur-kumur. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3299).

Mempercepat Sembuhnya Luka

Sedangkan Ibnu Sina menyebutkan bahwa meminum susu bisa bermanfaat untuk mengobati luka maupun mengatasi rasa gatal di kulit. Baik dengan diminum atau dioleskan buat mencerahkan kulit dari noda-noda bekas luka dan sebagainya. (Al-Qanun fi ath-Thibb, 1/548).

Obat Sakit Mata

Segala macam susu bisa dipakai untuk mengatasi sakit mata. Susu dapat dijadikan obat secara mandiri serta dicampur dengan obat-abat lainnya. Susu bisa dicampur dengan minyak mawar dan putih telur, lantas dioleskan di atas kelopak mata yang bengkak. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3302).

Mengatasi Batuk

Menurut Ibnu Sina, mengkonsumsi susu kambing itu baik untuk mengatasi batuk, termasuk batuk yang mengeluarkan darah. (Al-Qanun fi ath-Thibb, 1/549).

Tidak Baik untuk Beberapa Penyakit

Di samping memiliki fungsi sebagai obat, para dokter klasik juga tak menyarankan untuk mengkonsumsi susu dalam beberapa kondisi, yakni saat seorang menderita sakit pada limpa dan liver. Juga tak baik untuk penderita sakit kepala dan demam. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3300).

Demikian juga, tidak disarankan terus-menerus mengkonsumsi susu yang banyak mengandung keju dan sedikit air, karena ia bisa menyebabkan munculmya batu di ginjal. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/33005).

Terus-menerus mengkonsumsi susu tak baik untuk gigi dan gusi. Yakni gigi mudah keropos dan gusi mudah bengkak. Karena itu, perlu berkumur setelah meminum susu. Lebih bagus jika mencampur madu untuk berkumur karena membersihkan sisa-sisa keju pada sela-sela gigi. Adapun yogurt atau susu asam, tidak berdampak buruk pada gigi. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/33005).

Meminum Susu Lebih Baik dengan Madu

Susu, jika tak dicampur dengan madu, maka proses pencernaannya lebih lamban. Namun jika ia dicampur dengan madu, maka di samping proses pencernaan lebih cepat, keduanya akan memberi nutrisi yang baik bagi tubuh. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/33005).

Khasiat Keju dan Mentega

Keju, merupakan hasil olahan dari susu, yang juga bermanfaat. Keju yang baru jadi yang rasanya asin, tidak baik untuk dikonsumsi. Sedangkan keju yang sudah lama, ia baik untuk pencernaan. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3300).

Sedang mentega juga bisa dimanfaatkan sebagai penawar racun jika dikonsumsi, setaraf dengan minyak. Mentega jika dicampur dengan madu ia bisa menjadi obat untuk kandidiasis (oral thrush) yang bisa menyerang mulut. (Al-Hawi fi ath-Thibb, 7/3300).

*Thoriq/Suara Hidayatullah

Tulisan ini terbit di Majalah Suara Hidayatullah edisi Agustus 2022