Beranda Thibbun Nabawi Jangan Remehkan SARIAWAN, Atau Anda Harus Menghadapi Penyakit Yang Lebih Serius!

Jangan Remehkan SARIAWAN, Atau Anda Harus Menghadapi Penyakit Yang Lebih Serius!

352

Telat menangani sariawan, bisa jadi akan berurusan dengan penyakit yang lebih serius. Seorang pria, sebut saja namanya Syukur. Karyawan sebuah perusahan media massa di Jakarta ini hampir setiap bulan mengeluh sakit pada bagian mulutnya. Jika dipakai tersenyum terasa nyeri, apalagi jika bicara. Tak heran, jika sakit ini menghampirinya, ia malas untuk makan termasuk juga berbicara. Baginya, jika sakit kian mendera, resep perasan jeruk nipis dan madu menjadi jurus jitunya.Jangan Remehkan SARIAWAN

Lantas, apakah langsung sembuh dengan jurus jitunya itu? Tidak juga, perlu waktu yang cukup lama untuk kembali pulih. Saking seringnya sakit itu datang, jika dalam satu bulan saja sakit itu tidak menghampiri, seperti sebuah keajaiban yang terjadi pada diri pria asal Kalimantan Timur ini.

Apa yang dialami oleh Syukur, dalam istilah sehari-hari kita mengenalnya dengan sebutan sariawan. Siapa yang tidak kenal dengan sariawan. Hampir setiap orang pasti sudah tidak asing lagi mendengarnya, karena keluhan ini hampir pernah dirasakan oleh semua orang. Terlihat ringan dan tidak menyeramkan seperti penyakit-penyakit lain. Namun cukup mengganggu penderitanya karena akan membuatnya tak enak makan bahkan sulit berbicara. Tak jarang akibatnya membuat si penderita lemas karena tidak dapat makan.

Sariawan biasanya ditandai dengan peradangan atau bercak (tunggal maupun berkelompok) yang ber-warna putih kekuningan. Biasanya ia menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit langit dalam rongga mulut. Hal ini disertai rasa nyeri dan perih. Meskipun tidak tergolong ber-bahaya, sariawan sangat mengganggu.

Sariawan merupakan penyakit kambuhan atau berulang dalam hitungan minggu, bulan atau tahu-nan. Sariawan bisa muncul kembali pada tempat yang sama ataupun berbeda, dengan atau tanpa pemicu fisik seperti tergigit atau tergores.

Memang sariawan bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Dalam kondisi normal, luka itu bisa sembuh dalam waktu maksimal dua minggu. Tapi jangan biarkan sariawan bertahan lama di mulut Anda karena efeknya bisa berbahaya.

Sariawan yang tidak sembuh setelah lewat dua minggu harus dicurigai bersifat ganas. Jadi harus diperiksakan ke dokter. Apalagi jika titik lukanya makin meluas. Salah satu penyakit dengan indikasi ini ialah kanker rongga mulut. Menurut sejumlah artikel kesehatan gigi, beberapa gejala kanker rongga mulut ialah luka berupa bintik merah atau putih di dalam mulut atau bibir, plus pendarahan yang cenderung konsisten di rongga mulut. Penyakit ini hanya bisa didiagnosis jika si penderita menjalani biopsi. Penyakit kanker rongga mulut yang terdeteksi sejak dini masih memungkinkan terapi dan pengobatan yang sesuai agar tak merusak struktur organ rongga mulut.

Sariawan yang bertahan selama berbulan-bulan juga merupakan indikasi penyakit lebih serius seperti HIV/AIDS. Pada dasarnya, penyakit yang menyerang sistem kekebalan badan ini membuat tubuh mudah terinfeksi. Salah satu wujudnya ialah gangguan pada mulut seperti sariawan, sebab mulut tergolong rawan. Selain sariawan, juga biasanya terjadi diare yang terus menerus dan menurunnya berat badan secara drastis.

Sehingga jika terjadi sariawan berkepanjangan disertai diare kronis dan berat badan yang menurun drastis, maka segeralah memeriksakan diri Anda. Jadi, sariawan memang tidak bisa dipandang enteng. Apalagi jika luka sariawan terus meradang, menimbulkan rasa nyeri dan perih yang berkepanjangan.

Baca Juga : Cara Turunkan Kolesterol Dengan Ampas Kelapa

Sebab Timbulnya Sariawan.

Adapun sebab timbulnya sariawan sangatlah beragam, di antaranya:

– Daya tahan tubuh yang rendah
– Kondisi mulut seperti kebersihan mulut yang buruk, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas
– Kondisi tubuh seperti adanya alergi atau infeksi
– Luka akibat menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang
– Kekurangan vitamin C, vitamin B12, zat besi, dan asam folat
– Stress
– Infeksi virus dan bakteri
– Kondisi hormonal pada wanita (sedang atau menjelang menstruasi)

Cara Mencegah Sariawan

Ada beberapa hal yang bisa di-lakukan untuk mencegah terjadinya sariawan pada tubuh kita, antara lain:

– Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi.
– Hati-hati saat menggosok gigi agar tidak menimbulkan luka di dalam mulut.
– Hindari memakan makanan yang terlalu panas.
– Banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vit C, zat besi dan folat seperti jambu biji, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, paprika merah, paprika kuning, paprika hijau, blackcurrant, stroberi, kailan, pepaya, kol mini, kiwi, orange, brokoli, mangga, grapefruit, jeruk dan lemon.

Cara Mengobati Sariawan

Cari tahu penyebab sariawan, apakah kekurangan vitamin C dan serat atau sebab lain. Bisa juga menggunakan beberapa resep di bawah ini:

1. Mengkonsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin.
2. Mengunyah daun kemangi dan kunyit.
3. Mengunyah daun jinten segar hingga lembut, biarkan sebentar di dalam mulut lalu buang.
4. Rebus daun saga tambahkan sedikit garam, gunakan untuk obat kumur.
5. Segenggam daun jamblang direbus dg 4 gelas air hingga menjadi 2 gelas, saring, dinginkan, gunakan untuk obat kumur, lakukan beberapa kali.
6. Berkumur dengan air kelapa muda.
7. Berkumur denga air garam.
8. Luka sariawan dioles dengan cairan albothyl.
9. Dilakukan pembekaman pada daerah pelipis depan.

Demikianlah pembahasan mengenai sariawan. Sariawan merupakan tanda bahwa ada yang salah dalam tubuh kita. Telat menangani sariawan, bisa jadi telat mengobati penyakit yang lebih serius yang telah kita derita tanpa sadar.* Ika Oktariyani/Apoteker