Al-Qur’an untuk Korban Erupsi Semeru

0
161

Erupsi gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021 lalu, merupakan bencana yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya menelan korban jiwa, muntahan dari gunung tertinggi di pulau Jawa itu juga menyapu sejumlah desa.

Aliran lahar yang ditambah hujan deras menerjang rumah warga hingga hanya menyisakan pondasi, bahkan hancur tidak berbentuk. Sementara, Awan Panas Guguran (APG) membuat berhektar-hektar ladang serta kebun rusak dan gagal panen. Juga menimbun rumah-rumah warga hingga hanya tampak atapnya.

Dalam musibah seperti itu, tentu amat dibutuhkan uluran tangan dan bantuan bagi para korban. Bahkan, menjadi suatu yang berharga, tidak peduli seberapa besar nilainya.

Tak lama setelah peristiwa itu, berbagai pihak berbondong-bondong ke posko-posko pengungsian guna menyaluarkan bantuan. Salah satunya Yayasan Wakaf al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH), bekerjasama dengan SAR Hidayatullah turut menyalurkan bantuan untuk warga terdampak, pada Rabu (22/12/2021).

Bantuan berupa wakaf al-Qur’an dan perangkat alat shalat tersebut diserahkan kepada beberapa takmir musholla ataupun masjid di wilayah terdampak. Salah satunya, Abdul Ghofur, pengurus musholla al-Amin, yang ada di Dusun Gumuk Mas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Alhamdulillah, terima kasih kepada Yayasan al-Qur’an Suara Hidayatullah atas bantuannya,” ujarnya.

Abdul Ghofur yang juga menjadi imam sehari-hari tinggal bersebelahan dengan musholla itu. Rumahnya sendiri pun menjadi Posko Bersama yang dikelola oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan SAR Hidayatullah sejak awal terjadi erupsi.

“Sejak awal erupsi sudah jadi posko. Sempat juga menampung para pengungsi beberapa hari pertama erupsi,” ungkapnya.

Selain shalat lima waktu, setiap ba’da Maghrib, musholla al-Amin juga menjadi tempat anak-anak warga sekitar mengaji. “Untuk orang dewasa, ada tadarusan setiap malam Selasa. Kalau malam Ahad, ngaji bergilir di rumah-rumah warga,” tuturnya.

Tapi, setelah terjadi bencana, kegiatan tersebut terhenti. Dan sebagai gantinya, relawan SAR Hidayatullah-BMH mengadakan “Sekolah Ceria”, program trauma healing yang difokuskan kepada anak-anak warga yang terdampak. Kegiatan ini dilakukan di pelataran posko setiap pagi serta di musholla al-Amin pada malam harinya.

Aktivitas warga di Desa Supiturang sendiri perlahan mulai berlangsung normal. Anak-anak sudah kembali bersekolah, orangtua mulai dapat bekerja. Pengajian pun diharapkan bisa kembali dimulai. Kamis, 6 Januari 2022 lalu, Abdul Ghofur mengirimkan foto yang menunjukkan para jamaah di musholla al-Amin tengah memegang mushaf al-Qur’an.

Maturnuwun (terima kasih) kepada wakif yang mewakafkan al-Qur’an kepada kami,” ujarnya.

Selain musholla al-Amin, YAWASH juga meyalurkan bantuan serupa ke masjid an-Nur—masjid utama di dusun tersebut, dan musholla Miftahul Ulum. *Fida’ Ahmad S/Suara Hidayatullah

Tulisan ini terbit di Majalah Suara Hidayatullah edisi Februari 2022.