Beranda Adab 7 Adab Bersedekah Dalam Islam, Agar Mendapatkan Pahala Maksimal.

7 Adab Bersedekah Dalam Islam, Agar Mendapatkan Pahala Maksimal.

268

7 Adab Bersedekah Dalam Islam–Seorang Muslim yang diberi kelebihan rezeki dituntut berbagi kepada sesamanya yang tidak mampu. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keharmonisan dan keseimbangan hidup di antara manusia.adab bersedekah

Berkaitan dengan hal ini, Islam membuat aturan atau adab bersedekah kepada orang kaya saat memberikan hartanya kepada orang miskin. Tujuannya, agar orang yang membutuhkan harta dapat menikmatinya dengan tenang, sementara yang bersedekah juga mendapatkan pahala yang maksimal.

Berikut beberapa 7 adab bersedekah yang perlu diperhatikan.

Pertama, ikhlas karena Allah Ta’ala. Allah hanya menerima sedekah yang dilakukan karena mencari keridhaan-Nya, baik sedekah wajib maupun mustahab (sunnah). Sedang sedekah yang dilakukan bukan karena-Nya, akan tertolak. Rasulullah SAW menerangkan, kelak ada ahli sedekah yang dimasukkan ke neraka karena tidak ikhlas. Ia bersedekah karena ingin dikatakan dermawan. (Riwayat Muslim).

Kedua, menyegerakan ketika sudah waktunya. Jika telah wajib seseorang mengeluarkan zakat atas hartanya, hendaknya segera mengeluarkannya. Tidak boleh menundanya tanpa ada uzur. Siapa yang menunda hingga keluar dari waktunya tanpa uzur, niscaya akan menghadapi kemarahan Allah.

Ketiga, menyembunyikan dan meminimalisir diketahui orang. Ini dilakukan agar amal baiknya tidak dikotori oleh godaan perasaaan riya’ Juga untuk menjaga perasaan mustahiq (penerima) agar tidak terbuka rahasia kefakirannya. Sebenarnya semiskin apapun seseorang, Islam menganjurkan mencoba berusaha sendiri dan menyembunyikan kondisi perekonomian keluarganya. Namun jika ada orang sengaja meminta-minta di hadapan umum, dianjurkan tetap memberinya dengan tetap menjaga keikhlasan. “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 271).

Keempat, boleh menampakkan sedekah dengan tujuan agar dicontoh oleh orang lain, bukan karena riya’ Rasulullah SAW berkata, “Barangsiapa yang membuat contoh yang baik maka dia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang beramal dengannya sampai hari Kiamat.” (Riwayat Muslim).

Kelima, tidak boleh merusak sedekahnya dengan mengungkit-ungkit kembali apa yang telah diberikan kepada orang lain. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meng-hilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.” (Al-Baqarah [2]: 264). Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memperdaya, orang yang kikir, dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian.” (Riwayat Ahmad).

Keenam, tidak menganggap banyak berapa pun sedekah yang dikeluarkan. Ini untuk menghindari sikap ujub yang bisa menyebabkan takabur. Sebagian ulama menyatakan bahwa perbuatan baik tidak akan sempurna kecuali dengan tiga hal : menganggapnya ringan, menyegerakan dan menyembunyikannya.

Ketujuh, yang diberi sedekah diutamakan orang yang memiliki hubungan kekerabatan. Ini dimaksudkan untuk menyambung persaudaraan yang memiliki kandungan pahala yang tak terhitung banyaknya.

Demikianlah 7 adab sedekah yang diajarkan Islam. Semoga kita selalu diberi kemampuan oleh Allah untuk senantiasa bersedekah.* Bahrul Ulum/Suara Hidayatullah